Tampilkan postingan dengan label Tugas Mandiri 14. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tugas Mandiri 14. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Januari 2026

Identifikasi Potensi Simbiosis di Lingkungan Sekitar

 

1. Lokasi Pengamatan

  • Nama Tempat: Kantin Pusat Mahasiswa.

  • Situasi Lingkungan: Terdapat 9 tenant aktif (6 gerai makanan berat/gorengan dan 3 gerai minuman/kopi) yang beroperasi dari pagi hingga sore hari.

2. Inventarisasi Limbah (Resource Mapping)

Jenis LimbahSumber (Penghasil)Perkiraan Volume (Harian)Kondisi Saat Ini
Ampas Kopi3 Gerai Kopi4 – 6 kgDibuang ke tempat sampah umum, memicu bau asam.
Minyak Jelantah6 Tenant Makanan4 – 7 LiterDitampung sementara, berisiko tumpah ke drainase.
Air Buangan ACUnit AC Gedung Kantin15 – 20 LiterDibuang begitu saja ke selokan luar.

3. Perancangan Simbiosis Sederhana

Masalah utama dari 9 tenant ini adalah akumulasi limbah cair (minyak) dan organik (ampas kopi) yang jika digabungkan memiliki volume cukup besar untuk diolah kembali.

Diagram Alur Simbiosis:

  1. Ampas Kopi (dari 3 tenant) $\rightarrow$ Komunitas Kebun Kampus: Digunakan sebagai pengusir hama alami atau campuran kompos high-nitrogen untuk taman kampus.

  2. Minyak Jelantah (dari 6 tenant) $\rightarrow$ Laboratorium Kimia/UKM: Dikumpulkan sebagai bahan baku pembuatan biodiesel skala laboratorium atau sabun pembersih lantai kantin.

  3. Air Buangan AC $\rightarrow$ Wadah Penampungan: Digunakan oleh petugas kebersihan untuk mengepel lantai kantin di sore hari, menghemat penggunaan air bersih.

4. Manfaat Simbiosis

  • Lingkungan: Mengurangi beban cemaran minyak pada saluran pembuangan kantin hingga 70% dan meminimalisir sampah organik yang membusuk di tempat sampah.

  • Ekonomi: Mengurangi pengeluaran rutin kantin untuk pembelian air pembersih dan pupuk tanaman, serta memberikan bahan baku gratis bagi penelitian mahasiswa di laboratorium.

5. Kesimpulan

Dengan total 9 tenant, konsentrasi limbah yang dihasilkan cukup stabil untuk memasok kebutuhan bahan baku bagi unit penerima (Kebun Kampus & Laboratorium). Melalui simbiosis ini, kantin tidak lagi hanya menjadi pusat konsumsi, tetapi juga menjadi pemasok sumber daya bagi kegiatan hijau di lingkungan universitas.